EKOLOGI LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM II

EKOLOGI LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM II

EKOLOGI LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM II


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Fungsi ekosistem menunjukkan hubungan sebab akibat yang terjadi secara keseluruhan antar komponen dalam sistem. Ini jelas membuktikan bahwa ekologi merupakan cabang ilmu yang mempelajari seluruh pola hubungan timbal balik antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup lainnya, serta dengan semua komponen yang ada di sekitarnya. Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik

Organisme yang ada di dalam ekosistem dan yang dimana faktor biotik adalah faktor lingkungan dari ekosistem itu. Ekologi adalah ilmu tentang hubungan timbal  balik atau interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya, makhluk hidup dengan makhluk hidup lain, dan lingkungan dengan lingkungan lain. Unit utama ekologi adalah ekosistem. Ekosistem merupakan bagian dari lingkungan, ekosistem memiliki komponen-komponen tertentu yang memiliki fungsi oleh karena itu disebut sebagai suatu system. Komponen-komponen tersebut antara lain abiotik, biotik, fisika, kimiawi, dan sebagainya. Contoh faktor biotik adalah makhluk hidup baik itu manusia, hewan, ataupun tumbuhan. Contoh faktor abiotik yaitu suhu,   kelembaban, iklim, curah hujan, dan sebagainya.

Habitat yang ada dalam ekositem sangatlah mempengaruhi keberagaman suatu ekositem itu dan keseimbangan ekositem itu , karena dalam faktor biotik itu terdiri 3 bagian , yaitu Produsen , konsumen dan dekomposer . Jika salah satu dari ketiga faktor itu tidak ada keseimbangan , maka ekosistem itu akan ada sebuah gangguan. Untuk lebih memahami mengenai ekologi, maka dilakukan praktikum ekologi yang bertujuan untuk mengetahui komponen ekosistem dan hubungan timbal balik pada ekologi disekitar halaman rumah.

 

1.2 Rumusan masalah

Apa saja komponen ekosistem, dan bagaimana hubungan timbal balik ekosistem disekitar halaman rumah?


1.3 Tujuan

mampu menyebutkan komponen ekosistem, dan menjelaskan hubungan timbal balik ekosistem di sekitar halaman rumah


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Individu  berasal  dari bahasa  latin yaitu  in  (tidak)  dan dividuus (dapat dibagi)  jadi individu merupakan  bagian  organisasi    kehidupan  yang  tidak  dapat  dibagi  lagi. Masing-masing  unit yang disebut  individu  tersebut dapat melakukan proses hidup yang masing-masing  terpisah. Setiap  individu seperti pohon pisang dalam rumpunnya akan dapat hidup apabila dipisahkan dari  rumpunnya  tersebut.  Individu  dalam  ekologi memiliki makna  yang  sangat  penting,  karena  dari  individu  dapat  dikumpulkan  bermacam-macam  data  untuk  mempelajari  tentang  kehidupan  dalam  hubungannya  dengan lingkungannya (Campbell,2004 : 745).

Ekologi adalah suatu ilmu yang mencoba mempelajari hubungan antar tumbuhan dan binatang dengan lingkungannya dimana mereka hidup, bagaimana kehidupannya dan mengapa mereka ada disitu. Kata ekologi berasal dari kata yunani “Oikos”, yang berarti “rumah” atau di alam sekitarnya. Sejarah perkembangannya tidak begitu jelas, dimulai kurang lebih pada abad ke 16 dan 17 yang timbul dari “natural history” dan kemudian berkembang menjadi suatu disiplin ilmu yang sistematik, analitik dan obyektif mengenai hubungan organisme dan lingkungan. Apabila dahulu pendekatannya hanyalah bersifat deskriptif maka dalam ekologi mutakhir telah digunakan cara-cara kwantitatif dan statistik. Tapi walaupun demikian sebagian besar cara deskriptif masih dipakai sebagai alat untuk mempelajari fungsi sistem ekologi. Ekologi sekarang lebih menekan pada studi aspek-aspek kegunaan alam. Bagaimana bekerjanya sistem ekologi, proses atau mekanisme apa yang menentukan struktur dari sistem tersebut pada suatu keadaan dan waktu tertentu dan bagaimana pola penyebaran dan perubahannya (Kimball, 1988:166). Ekologi mempunyai hubungan yang sangat erat dengan suatu ekosistem. Ekosistem adalah tatanan kesatuan secara utuh menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. Ekosistem merupakan hubungan timbal balik yang kompleks antara organisme an lingkungannya baik yang hidup maupun tak hidup (tanah, air, udara, atau kimia fisik) yang secara bersama-sama membentuk suatu sistem ekologi (Priadi,2010:88).

Unit ekologis adalah ekosistem, yang merupakan sebuah kelompok yang terdiri atas beragam populasi yang berinteraksi dalam suatu ekosistem disebut komunitas, yakni komponen-komponen hidup dari suatu ekosistem. Sejumlah ahli ekologi memusatkan perhatian secara nyaris eksklusif pada organisme-organisme hidup dari suatu ekosistem, sedangkan ahli-ahli ekologi mempelajari cara karakteristik-karakteristik fisik di daerah tersebut membatasi dan mengatur ekosistem. Komponen abiotik adalah komponen ekosistem yang berupa benda-benda tak hidup,seperti air, tanah, suhu dan kelembapan.

komponen abiotik adalah komponen yang tidak hidup. atau tidak mempunyai ciri-ciri bahwa mereka adalah makhluk hidup. komponen abuiotik iini berkaitan erat dengan lingkungan. Ilmu lingkungan adalah penggabungan ekologi yang  dilandasi dengan tatanan alam Merupakan ilmu pengetahuan murni yang  mengatur sikap serta perilaku manusia dapat bersifat lintas disiplin sesuai dengan persoalan yang  dihadapi. Ilmu lingkungan mempelajari tempat dan peranan  manusia di antara makhluk hidup dan komponen  kehidupan lainnya. Dalam hal ini ilmu lingkungan  dapat dikatakan sebagai ekologi terapan, yaitu  bagaimana menerapkan berbagai prinsip dan  ketentuan ekologi itu dalam kehidupan manusia. Dengan kata lain ilmu lingkungan adalah ilmu yang mempelajari bagaimana manusia harus menempatkan dirinya dalam ekosistem atau lingkungan hidupnya. Ilmu lingkungan mengintegrasikan berbagai ilmu yang mempelajari hubungan antara jasad hidup dengan lingkungannya (Syamsuri,2006: 99).

Ekologi mempunyai hubungan yang sangat erat dengan suatu ekosistem. Ekosistem adalah tatanan kesatuan secara utuh menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. Ekosistem merupakan hubungan timbale balik yang kompleks antara organismedan lingkungannya baik yang hidup maupun yang tidak hidup ( Tanah,Air,Udara,atau kimia fisik) yang secara bersama-sama membentuk suatu system ekologi. Suatu  lingkungan   dapat terdiri dari komponen penyusun ekosistem, yaitu komponen yang terdiri dari makhluk hidup dan lingkungannya. Lingkungan yang menyertai suatu organisme dapat berupa organisme hidup (biotik) dapat pula bukan organisme.Secara garis besar komponen penyusun ekosistem terdiri atas komponen biotik dan abiotik (Resosoedarm,1986: 200).

Komponen abiotik suatu ekosistem merupakan keadaan fisik dan kimia yang menyertai kehidupan organisme sebagai medium dan substrat kehidupan. Komponen ini terdiri dari segala sesuatu tak hidup dan secara langsung terkait pada keberadaan organisme, antara lain tanah, suhu, air, udara, topografi, iklim dan sebagainya. Sedangkan komponen biotik suatu ekosistem merupakan komponen yang terdiri dari organisme yang dikelompokkan berdasarkan cara memperoleh makanan yaitu organisme autotrop  merupakan organisme yang dapatmengubah bahan anorganik menjadi organik (dapatmembuat makanan sendiri). Organisme autotropdibedakan menjadi dua tipe yaitu fotoautotrop adalah organisme yang dapatmenggunakan sumber energi cahaya untuk mengubahbahan anorganik menjadi bahan organik, contohnyatumbuhan hijau.Kemoautotrop adalah organisme yang dapat memanfaatkanenergi dari reaksi kimia untuk membuatmakanan sendiri dari bahan organik. Contohnyabakteri nitrit dan nitrat. Organisme heterotrop, adalah organisme yangmemperoleh bahan organik dari organisme lain. Contohnya hewan, jamur dan bakteri non autotrof (Soegiarto, 1993 : 110)

Komponen abiotik  ekosistem hutan yang diamati terdiri dari terdiri dari tanah, serasah, cahaya matahari,dan kayu mati yang merupakan bahan organik dan anorganik. Komponen abiotik merupakan keadaan fisik dan kimia yang menyertai kehidupan organisme sebagai medium dan substrat kehidupan. Komponen ini terdiri dari segala sesuatu tak hidup dan secara langsung terkait pada keberadaan organisme, antara lain tanah( tanah berperan penting bagi tumbuhan, hewan, dan manusia, sebagai tempat tumbuh dan hidupnya tanaman, melakukan aktivitas kehidupan, tempat berlindungnya hewan tertentu seperti tikus dan serangga, serta sumber  nutrisi bagi tanaman. Kondisi tanah ditentukan oleh derajat keasaman (pH) tanah, tekstur atau komposisi tanah yang mempengaruhi kemampuan tanah terhadap penyerapan air, garam mineral dan nutrisi yang sangat penting bagi tanaman),udara( Udara sangat penting bagi kehidupan organisme. Kondisi udara pada suatu tempat sangat dipengaruhi oleh hal-hal sebagai berikut.Cahaya matahari, sangat penting untuk laju proses fotosintesis tumbuhan hijau untuk memberikan pasokan oksigen ke lingkungan. Kelembaban, merupakan kadar air yang terdapat di udara yang mempengaruhi kecepatan penguapan dan kemampuan bertahan hewan terhadap kekeringan. Angin, berpengaruh terhadap tumbuhan, topografi, iklim dan sebagainya (Sulistyorini, 2009: 45). Berdasarkan peranannya dalam ekosistem, komponen biotik di bedakan atas empat jenis yaitu:

a.    Produsen

Produsen yaitu organisme yan berperan dalam menyediakan makanan sehingga dapat mendukung kelangsungan hidup organisme lain.

 

b.    Konsumen

Konsumen yaitu semua makhluk hidup yang tidak dapat memproduksi makanannya sendiri. Berdasarkan jenis makanannya, konsumen di bagi kelompok menjadi 3 yaitu: herbivora, karnivora , dan omnivora

 

c.    Pengurai,

Pengurai yaitu mikroorgaisme yang mampu menguraikan organisme mati menjadi bahan mineral kembali. Contohnya bakteri dan jamur.

 

d.    Detritivora

Detritivora yaitu organisme yang memakan bahan organik, kemudian di ubah menjadi partikel organik yang lebih kecil lagi. Contohnya cacing tanah dan kumbang (Syamsuri, 2006 : 99).

Ekologi mempunyai tingkatan pengkajian yaitu unsure biotik dan abiotik. Lingkungan meliputi komponen abiotik seperti suhu, udara, cahaya, dan nutrient. Yang juga penting  pengaruhnya kepada organisme adalah komponen biotik yakni semua organisme lain yang merupakan bagian dari lingkungan suatu individu (Campbell, 2000. 17-20).


BAB III
METODE PENELITIIAN

3.1 Waktu dan Tempat

Hari/tanggal :   Rabu,  29 April 2020

Waktu          :   pukul 15.00 – 17.00 WIB.

Tempat        :   Desa Bajak I, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu.

 

3.2 Alat dan Bahan

1.   Alat

a.   Tali rafia

b.   Termometer

c.   Kertas buram

d.   pH meter

e.   Hygrometer

2.   Bahan

a.    Alkohol 70%

b.    Formalin 4%

c.    Ether dan klofororm

d.     

3.3 Langkah kerja

1     Pada lokasi (habitat) dibuat transek sepanjang 100m dengan menggunakan tali plastik di wilayah Mangrove dan Pantai ( kawasan TWA)

2     Kemudian pada setiap 20 m dibuat plot kuadrat dengan ukuran 10 x 10 m

3     Untuk pohon yang diukur adalah : jenis spesies, DBH(diameter breast high), tinggi pohon dan cover.

4     Untuk sampling dibuat plot dengan ukuran 5 x 10 m didalam plot ukuran 10 x 10 m atau atau dengan membagi plot tersebut.

5     Untuk seedling dibuat plot dengan ukuran 1 x 1 m dalam plot 5 x 10 m.

6     Untuk sampling dan seedling diukur diameter jenis tanaman dan jumlahnya.

7     Lakukan pengamatan dan catat jenis vegetasi pohon yang terdapat pada plot percobaan

8     Estimasi persentase kerapatan vegetasi yang ada. Untuk vegetasi yang tidak bisa diketahui langsung di lapangan, ambillah spesimennya untuk diidentifikasi di laboratorium.

9     Untuk megoleksi hewan-hewan yang hidup dipermukaan tanah dapat dilakukan dengan cara mengambil sampel serasah dengan metode kuadrat seluas 5 x 2,5 m, kemudian serasah tersebut dimasukkan dalam kantong plastik dan dibawa ke laboratorium.

10  Selanjutnya dalam kantong plastik yang berisi serasah tersebut dimasukkan ether atau kloroform. Setelah itu serasah tersebut dituangkan di atas kertas putih atau kain putih. Kumpulkan dan identifikasi serta hitung jumlah hewan-hewan yang didapat dan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol koleksi yang telah diberi alkohol 70%.

11  Serangga yang beterbangan dikoleksi dengan cara penangkapan dengan menggunakan net serangga atau jaring serangga. Hewan yang tertangkap di masukkan ke dalam ”killing” botol /botol pembunuh yang telah diberi ether. Khusus untuk kupu-kupu, hasil penangkapan dapat dimasukkan kedalam kertas segitiga, yang sebelumnya telah diletakkan bagian thoraknya. Selanjutnya di laboratorium hewan-hewan tersebut diidentifikasi sampai tingkat tertentu dan hitung jumlahnya.

12  Alat khusus untuk mengukur suhu,pH,kelembaban tanah disebut ”soil tester”. Alat dimasukkan ke dalam tanah sampai kedalaman 10 cm dengan bantuan sebatang besi atau kayu. Biarkan alat tersebut beberapa menit, setelah itu catat data yang dihasilkan.

13  Pengukuran dengan menggunakan higrometer, dengan cara : tetesi bagian berlubang pada ujung hygrometer dengan air. Kemudian putar-putarlah hygrometer setinggi badan selama kurang lebih 5 menit, catat angka kering dan angka basah pada higrometer, cocokkan pada tabel.

14  Pengukuran Air meliputi suhu (termometer) dan keasaman (pH meter). Ambil masing-masing alat lalu celupkan hingga batas rendam. Amati setelah  5 menit. Catat data


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil percobaan

Tabel 1. Data Biotik

Tumbuhan/Hewan

Kuadrat

Sampling

Seedling

DBH

Jenis

Jenis

Diameter

Jumlah

Jenis

Diameter

Jumlah

Tumbuhan

30 cm

kelapa

Rumput teki

0,5 cm

Tak terhingga

Rumput teki

0,5 cm

Tak terhingga

36 cm

pisang

Putri malu

0,5 cm

8

Putri malu

0,5 cm

3

 

 

Rumput bandotan

1 cm

10

singkong

5 cm

2

 

 

serai

2 cm

1

Rumput Ajeran

0,3 cm

5

 

 

singkong

5 cm

3

Rumput bandotan

0,3 cm

5

Hewan

 

belalang

Kupu-kupu

 

1

semut

 

Tak terhingga

 

Tabel 2. Data Abiotik

Ekosistem

Suhu udara

Kondisi air

Kelembaban Tanah

Intensitas cahaya

Lingkungan

370C

Jernih

Kering

sedang

 

4.2 Pembahasan

Pada praktikum kali ini, dilakukan pengamatan ekologi. Dimana yang diamati yaitu biotik pada lingkungan yang berupa tumbuhan/hewan dan abiotik pada lingkungan. Menurut (Resosoedarm,1986: 200) Ekologi mempunyai hubungan yang sangat erat dengan suatu ekosistem. Ekosistem adalah tatanan kesatuan secara utuh menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. Ekosistem merupakan hubungan timbal balik yang kompleks antara organismedan lingkungannya baik yang hidup maupun yang tidak hidup ( Tanah,Air,Udara,atau kimia fisik) yang secara bersama-sama membentuk suatu system ekologi. Suatu  lingkungan   dapat terdiri dari komponen penyusun ekosistem, yaitu komponen yang terdiri dari makhluk hidup dan lingkungannya. Lingkungan yang menyertai suatu organisme dapat berupa organisme hidup (biotik) dapat pula bukan organisme.Secara garis besar komponen penyusun ekosistem terdiri atas komponen biotik dan abiotik.

Pada pratikum ekologi saya melakukan percobaan di lingkungan sekitar rumah. Kami membuat plot kuadrat, sampling dan seedling. Pada plot kuadrat terdapat tumbuhan kelapa dan pisang serta terdapat hewan belalang yang jumlahnya 7. kemudian Pada plot sampling terdapat tumbuhan rumput teki jumlahnya tak terhingga ,putri malu jumlanya ada 8, rumput bandotan jumlahnya ada 10, serai jumlahnya 1, dan singkong jumlahnya ada 5, dan terdapat hewan pada saampling yaitu kupu-kupu yang jumlahnya 1 . Dari hasil pengamatan kami tumbuhan tersebut membentuk populsai kecil seperti spesies rumput teki, putri malu, rumput bandotan, dan singkong. dan ada juga yang individu yaitu serai dan kupu-kupu. Dan pada plot seedling ( 1 x 1 m) juga terdapat hewan yaitu semut semut jumlahnya puluhan. Hewan yang membentu populasi kecil misalnya pada semut. Dan terdapat tumbuhan rumput teki  yang jumlahnya tak hingga, putri malu jumlahnya 3, singkong, yang jumlahnya 2, rumput ajeran yang jumlahnya ada  5, dan rumpu bandotan jumlahnya ada 5. Pada tumbuhan tersebut ada yang membentuk populasi dan ada juga yang individu.

Pada plot tersebut terdapat komponen abiotik, misalnya cahaya matahari, udara (factor suhu dan kelembaban udara), Tanah (factor suhu, pH dan kadar air). Komponen abiotik dan komponen biotik pada kedua plot tersebut saling berintraksi. Masing-masing tumbuhan berperan sebagai produsen dan hewan berperan sebagai konsumen. Kompunen Abiotik dan komponen biotik tersebut saling berintraksi dan menghasilkan hubungan timbal balik. Misalnya tumbuhan sebagai produsen, untuk menghasilkan makanan membutuhkan komponen abiotik seperti cahaya matahari serta air dan unsure hara yang terdapat dalam tanah. Selanjutnya seperti konsumen belalang yang memakan tumbuhan hijau. Pada habitatnya yang lebih besar proses makan dan di makan tersebut akan terus berlanjut. Konsumen II akan memakan konsumen , konsumen III akan memakan konsumen I hingga nanti makhluk hidup akan mati dan di uraikan oleh Dekomposer. Siklus tersebut biasanya di kenal sebagai rantai makanan. Pada pengamata factor abiotik terdapat suhu udara, kondisi air,  kelembaban tanah, dan intensitas cahaya. suhu udara yang kami amati yaitu 370C , suhu normal yaitu 30-380C. Pada pengamtan kami kelembaban udara yaitu kering. Menurut (Syamsuri,2006 ) kelembaban udara menunjukan besarnya kandungan air di udara. Kelembaban memiliki pengaruh penting terhadap laju hilangnya air pada tumbuhan dan hewan. Jika kelembaban rendah, transpirasi atau penguapan akan meningkat dan bgitu pula sebaliknya.

 Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan ini jadi pada plot kecil yaitu plot 1x1 (seedling)  merupakan suatu kumpulan dari makhluk hidup baik biotik maupun abiotik, hal ini diumpamakan sebagai komunitas. dan pada plot yang besar ini mempunyai kapasitas wilayah yang lebih besar yang mempunyai beberapa komponen biotik dan abiotik yang saling berinteraksi. atau disebut juga dengan kumpulan dari komunitas-komunitas dari plot 1x1 membentuk suatu kesatuan yang disebut ekosistem. dalam ekosistem semua komponen baik biotik maupun abiotik memiliki suatu hubungan yang memiliki hubungan timbal balik yag sangat erat untuk melaksanakan suatu kehidupan ata ynag dsebut dengan ekologi

Menurut (Tuwongkesong Herianto, dkk. 2018)  Ekologi tanaman adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara tanaman dengan lingkungannya. Tanaman membutuhkan sumberdaya kehidupan dari lingkungannya, dan mempengaruhi lingkungan begitu juga sebaliknya lingkungan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Ekologi dibagi atas dua bagian yaitu Sinekologi dan Autekologi. Pembagian ekologi, tingkatan organisasi makhluk hidup, tujuan dan perkembangan ekologi tanaman, pembagian ilmu ekologi.Pada prinsipnya ditinjau dari biologi, makhluk hidup dapat dibagi atas dua bagian besar yaitu, hewan dan tumbuhan. Kedua kelompok ini sangat tergantung kepada faktor-faktor yang ada diluar dirinya baik itu secara langsung maupun tidak langsung.. Komunitas adalah kumpulan populasi yang menempati suatu daerah tertentu. Komunitas dalam ekologi merupakan komunitas biotik dan abiotik. Biotik merupakan di mana anggota-anggotanya mempunyai habitat yangsama,misalnya komunitaspohon,komunitas serangga, komunitas rumput dan lain sebagainya. Sedangkanabiotik membentuk suatu sistem ekologi, misalnya ekosistem sungai,sawah, laut, kebun dan masih banyak lagi.

Komponen abiotik atau komponen tak hidup adalah komponen fisik dan kimia yang merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan, atau lingkungan tempat hidup. Sebagian besar komponen abiotik bervariasi dalam ruang dan waktunya. Pada percobaan ini ada beberapa contoh dari komponen abiotik yaitu tanah, udara, suhu, sinar matahari, angin, dan mineral. Komponen biotik adalah istilah yang biasanya digunakan untuk menyebut sesuatu yang hidup (organisme). Komponen biotik adalah suatu komponen yang menyusun suatu ekosistem selain komponen abiotik (tidak bernyawa). Menurut (Mulyadi, dkk, 2016Terbentuknya ekosistem terdiri dari gabungan komponen-komponen biotik dan abiotik yang menjadi satu kesatuan. Komponen abiotik adalah komponen fisik dan kimia yang berperan sebagai medium atau substrat yang menjadi tempat berlangsungnya kehidupan. Komponen abiotik terdiri dari senyawa organik, anorganik, serta berbagai faktor yang memengaruhi persebaran organisme, yaitu suhu, air, garam, cahaya matahari, tanah, batu, dan iklim. Komponen biotik adalah organisme-organisme yang hidup dalam suatu ekosistem yang menjadi penyusun dan berpengaruh terhadap ekosistem, selain komponen abiotik. Komponen abiotik terdiri dari produsen, konsumen, pengurai dan penghancur yang dijelaskan sebagai berikut:

a.         Produsen Produsen merupakan makhluk hidup atau organisme yang mampu menghasilkan makanan sendiri melalui fotosintesis. Organisme yang masuk dalam kelompok produksen, antara lain tumbuhan hijau serta tumbuhan lain yang memiliki klorofil.

b.      Konsumen / Heterotrof. Konsumen adalah organisme yang menjadi konsumen atau memakan berbagai bahan organik yang dihasilkan oleh organisme lain. Komponen ini disebut juga dengan konsumen makro fagotrof karena mengonsumso makanan berukuran kecil. Contoh organisme heterotrof, yaitu hewan, jamur, manusia, dan mikroba.

c.    Dekomposer / Pengurai. Dekomposer yaitu organisme yang berperan sebagai pengurai komponen-komponen organik yang berasal dari organisme lain yang telah mati atau hasil sisa pencernaan. Komponen ini juga dikenal dengan nama konsumen makro sapotrof. Organisme pengurai akan menyerap sebagian hasil penguraian dan bagian lainnya akan dilepaskan untuk dimanfaatkan produsen. Contoh dekomposer antara lain bakteri dan jamur.

 

d.   Penghancur / Detivritor. Penghancur adalah organisme yang mampu menghancurkan bahan-bahan organik yang bersumber dari sisa organisme yang telah mati. Contoh organisme pada komponen penghancur adalah kutu kayu atau rayap.

komponen biotik mempengaruhi komponen abiotik.contohnya tumbuhan hijau dalam fotosintesis menghasilkan O2 , sehingga kadar O2 meningkat dan suhu lingkungan menjadi sejuk. Jadi tumbuhan hijau(biotik) mampu memengruhi komposisi udara dan suhu lingkungan(abiotik) menurut (Kimball,.1988) Di dalam ekosistem, komponen biotik dan abiotik merupakan komponen pokok ekosistem yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Antara komponen biotik dengan komponen abiotik saling mempengaruhi. Hubungan antar komponen dalam ekosistem itu disebut hubungan ekologi. Salah satunya adalah pengaruh komponen abiotik terhadap komponen biotik. Banyak kasus di sekitar kita yang menunjukkan bahwa komponen abiotik sangat mempengaruhi komponen biotik. Air, kelembapan udara,cahaya matahari,tanahi,maupun suhu lingkungan merupakan komponen abiotik yang besar pengaruhnya terhadap kehidupan organisme. Contohnya  Air merupakan komponen abiotik yang sangat penting untuk menunjang suatu kehidupan. Semua sel dan jaringan terdiri dari air. Air merupakan media pelarut zat . zat yang dibutuhkan dan media pengangkut dalam tubuh hewan dan tumbuhan. Air juga merupakan habitat bagi makhluk hidup. Jadi air sangat mempengaruhi kehidupan. Contoh lain yaitu pada udara yang merupakan komponen abiotik yang sangat dibutuhkan makhluk hidup. Hewan dan manusia membutuhkan oksigen yang ada di udara untuk bernafas. Sedangkan tumbuhan menggunakan karbon dioksida dari udara untuk fotosintesis dan menghasilkan oksigen. Oksigen dilepaskan ke udara untuk digunakan oleh semua makhluk hidup. Peristiwa ini menunjukkan adanya saling ketergantungan dan saling membutuhkan antar lingkungan dan makhluk hidup.

            Jadi dari percobaan yang telah dilakukan yaitu adanya hubungan timbal baik yang kuat antara komponen biotik dan komponen abiotik disemua batas wilayah baik komunitas, ekosistem, dan bioma. komponen abiotik biasanya berperan sebagai penyedia bagi komponen biotik didalamnya, misalnya dalam proses fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan (komponen biotik) tidak bisa dilakukan tanpa bantuan sinar matahari dan air (komponen abiotik). selain itu semua makhluk hidup membutuhkan tempat tinggal yang merupakan komponen abioti sebagai alat untuk berlindung.


BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Jadi dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimulkan bahwa Komponen ekosistem yaitu biotik dan abiotik. Komponen biotik adalah organisme-organisme yang hidup dalam suatu ekosistem yang menjadi penyusun dan berpengaruh terhadap ekosistem, selain komponen abiotik. Komponen abiotik terdiri dari produsen, konsumen, pengurai dan penghancur. dan komponen abiotik atau tak hidup adalah komponen fisik dan kimia yang merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan, atau lingkungan tempat hidup. Sebagian besar komponen abiotik bervariasi dalam ruang dan waktunya. Pada percobaan ini ada beberapa contoh dari komponen abiotik yaitu tanah, udara, suhu, sinar matahari, angin, dan mineral

berdasarkan percobaan adanya hubungan timbal baik yang kuat antara komponen biotik dan komponen abiotik disemua batas wilayah baik komunitas, ekosistem, dan bioma. komponen abiotik biasanya berperan sebagai penyedia bagi komponen biotik didalamnya, misalnya dalam proses fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan (komponen biotik) tidak bisa dilakukan tanpa bantuan sinar matahari dan air (komponen abiotik). selain itu semua makhluk hidup membutuhkan tempat tinggal yang merupakan komponen abioti sebagai alat untuk berlindung.


DAFTAR PUSTAKA     

 

Campbell, Neil A dan Jane B. Reece. 2004. Biologi Jilid III. Jakarta: Erlangga

Kimball,John.w.1988. Biologi edisi kelima .Bogor : Erlangga

Mulyadi, E. & Fitriani N., 2016. Konservasi Hutan Mangrove Sebagai Ekowisata. Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol.2 No. 1

Resosoedarmo, S., K. Kartawinata, A. Soegiarto. 1986. Pengantar Ekologi. Bandung: Remadja Rosdakarya.

Soegiarto, DR . Apriliani.dkk.1993. Pengantar Ekologi. Bandung: PT. Remaja ROSDAKARTA

Syamsuri, Istamar. 2006.  Biologi.  Jakarta : Erlangga

Tuwongkesong Herianto, dkk. 2018. Deteksi Perubahan Luasan Mangrove Teluk Youtefa Kota  Jayapura Menggunakan. Jurnal Geografi Indonesia Vol. 32, No.2 Hal:115 - 122

 


https://dewijesipuspa14.blogspot.com/2020/11/keanekaragaman-manusia-laporan.html 

KEANEKARAGAMAN MANUSIA LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM II

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM II BIOTEKNOLOGI by Catatan Kuliah IPA

Komentar